AKU YANG DIASINGKAN
Karya Nurul Asyqin
....Namaku Gea putri wisma. Aku mempunyai saudara kembar yang bernama Gwen putri wisma dan Gio putra wisma yang sangat aku sayangi. Ayahku adalah seorang CEO diperusahaan properti terbesar dikota ku, sedangkan ibuku adalah seorang dokter bedah yang juga cukup terkenal. Sempurna bukan keluargaku?? Tapi itu tak seperti yang kalian bayangkan, karna apa? Hidupku diselimuti dalam ketidakadilan. "Oh tuhan, kapan aku bahagia?!"
Waktu berjalan seakan dengan sungguh cepat, kini saatnya pembagian hasil belajar siswa/siswi. Kebetulan aku berbeda kelas dan sekolah sama kakak ku gwen dan gio, klau aku masih berada dikelas 1 SMA, sedangkan mereka sudah berada dikelas 2. Semua terjadi karna aku tak naik kelas sewaktu sekolah dasar. Kalau kak gwen dan kak gio sengaja papa sekolahkan disekolah favorit dijakarta, sedangkan aku bersekolah di SMA yang didalam nya hanya lah siswa buangan dari sekolah lain yang tak menerima kami, karna nilaiku tak sehebat nilai kakak2 kembaranku. Mereka memiliki IQ yang jauh lebih tinggi dari padaku.
"Pa, ambilin raport gea, ya" pintaku
"Papa udah janji sama kakak2 kamu kalau papa yang akan mengambilkan raportnya, kaliankan beda sekolah" jawab papaku.
"Ma, ambilin raport gea, ya"pintaku lagi pada mama
" mama jadwal operasi hari ini, kamu kan tau mama sibuknya kayak apa" jawab mama.
"Oh, gitu ya!" Balasku kecewa.
Aku hanya bisa menangis sendirian dikamar. Tidak ada satu orang pun yang mau mengambilkan raportku. Jalan terakhir adalah bi lastri (pembantu). Dan tentu saja ia sangat mau mengambilkan raportku.
" gimana bi hasilnya?" tanyaku penasaran
"Non gea juara 1 non!" jawab bi lastri dengan semangat
"Hah? Beneran bi?" sahutku tak klah semangat. Ternyata usahaku tak sia2 akhirnya aku bisa menyamai prestasi saudara kembar ku.
*************
Setibanya dirumah semua orang yang sedang tertawa ria melihat hasil belajar kak gwen dan kak gio menjadi terdiam saat kedatanganku dan bi lastri.
"Gimana hasilnya ge?, pasti jelek!" ucap kak gio menyindirku.
"Gak ko, aku juara 1" ucapku dengan semangat
"Ah, juara satu di sekolah mu, pasti juara terakhir dikelas gwen dan gio" ledek papa pada ku.
Aku kecewa, benar2 kecewa karna semua prestasi yang ku raih tak pernah dihargai sama sekali. Padahal aku udah berusaha semampuku, tapi mengapa mereka tk menghargainya , apa yang salah dari ku..
"Oh tuhan, kuatkan aku!" pintaku.
*************
Akhirnya hari yang telah lama ku nantikan telah tiba juga. Hari ini, pertandingan dance ku akan berlangsung. Namun sayang, semua orang yang kusayang tak ada yang mau hadir disini. Semuanya memilih dilomba kak gwen, olimpiade matematika. Walau sedikit kecewa akan kubuktikan bahwa aku adalah gea yang hebat. Keinginan ku terwujut, aku menang dan meraih juara satu dipertandingan dance nasional yang diadakan dijakarta.
"Kita panggil, juara nasional dance di tahun ini. Gea putri wisma dari jakarta" panggil pembawa acara.
Dengan diiringi tepuk tangan yang meriah, kunaiki panggung kebesaranku dan kurasakan aku sangat dihargai disini.
***************
Setibanya dirumah kuletakkan foto keberhasilanku diruang tamu, namun disaat kedatangan kak gwen dan yang lainya, kulihat kemurungan disana. Dan setelah melihat foto keberhasilanku kak gwen malah menangis dan berlari menuju kamarnya.
"Kamu sengaja meledek gwen?" tanya papa sinis
" gak pa! Maksud papa apa sih?" tanyaku tk mengerti.
" gwen kalah sedangkan kamu menyombongkan diri dan memajang fotomu diruang ini. Kamu tau kan bahwa diruang ini hanya foto2 keberhasilah gwen dan gio yang boleh menempatinya" jawab papa membentakku.
"Lepas fotomu" ucap mama dengan ketus.
Kulepas foto yang sangat aku harapkan manjadi penghubung agar keluargaku memujiku. Sebuah harapan yang sejak dulu selalu ku inginkan karna akau selalu iri setiap kali kak gwen dan kak gio di sanjung papa dan mama, seta semua tamu yang pernah berkunjung kerumahku. Sekarang pertanyaan terbesarku adalah..
"Apakah aku anak kandungmu ma? Pa?" pertanyaat yang tk pernah terjawab oleh lisan namun terjawab oleh perbuatan mereka padaku. Seorang anak yang selalu tersingkirkan oleh ketidak adilan.
*************
Hari demi hari terus berganti, dan semenjak itu pula kak gwen mnjadi seorang yang terpuruk. Aku bisa merasakan perasaan yang tertekan karna ia kalah olimpiade. Yang ku tau, saudara kembarku ini terlihat lemah dari biasanya.
"Udahlah kak, gak ada gunanya ditangisin terus" ucapku menyemangati.
"Udahlah ge, kamu senangkan ngeliat aku kayak gini? Kamu senengkan ngeliat aku kalah?" jawabnya dengan menangis.
"Gak kak, gak. Aku gak pernah ada niatan kayak gitu" beritahuku padanya
"Udalah pergi kamu dari kamar ku! Pergi....." ucapnya terpotong karna Akhirnya ia terjatuh di depanku.
"Pa, ma, tolong kak gwen, kak gwen pingsan pa" teriakku..
"Apa? Kamu apain sih dia? Tanya papa sinis
" aku, aku gak ada ngapa-ngapain dia pa" sahutku.
"Pasti penyakitnya kambuh lagi pa, ayo cepat kita bawa kerumah sakit" ucapku pada papa.
****************
Hari ini tepat seminggu sebelum ulangtahunku dengan kak gwen dan kak gio. Aku takut kehilangan kak gwen saudara kembarku yang sangat aku sayangi. Dokter bilang bahwa ginjalnya sudah benar2 rusak. Yang aku tau, kini ginjalnya hanya satu setelah setahun lalu satu ginjalnya sudah diangkat. Kalau kak gio ginjalnya juga tinggal satu karna dulu dia mendonorkan ginjalnya untuk paman kami. Sedangkan aku masih mempunyai dua ginjal.
" hanya saudara kembarnya yang ginjalnya cocok dengan gwen. Jadi usahakan dengan secepat mungkin diadakan pencangkokan ginjal pak" beritahu dokter pada papa.
Setelah itu, aku menjadi sasaran semua orang yang menyayangi kak gwen. Semuanya memintaku untuk mendonorkan satu ginjalku padanya. Niatku memang sudah bulat bahwa aku akan mendonorkan kedua ginjal ku pada kak gwen, tapi aku tak ingin ada yang tau semuanya. Karna aku tidak mau mereka akan menyayangiku karna bersimpati dengan ku yang telah memberikan satu ginjal pada saudaraku. Aku hanya ingin kasih sayang yang tulus dari mereka, entah lah bagaimana caranya aku mendapatkannya.
" ah, sudahlah gea, kamu memang saudara yang kejam. Hanya menyumbangkan satu ginjal saja tidak mau. Untunglah ada seseorang yang baik hati yang mau menyumbangkan pada gwen"ucap papa pada ku.
" mama kecewa sama kamu gea, tega ya kamu sama kakak kamu sendiri" ucap mama kecewa.
"Siapa yang mendonorkan ginjalnya pa?" tanya kak gio
"Entahlah, pendonor itu tidak mau di bertahu namanya. Bahkan ia memberikan dua ginjalnya dengan gratis pada gwen. Dia benar2 baik hati" jwab papa.
"Andaikan kalian tau klau itu aku? Apa aku akan di berikan penghargaan oleh papa?" gumamku dalam hati..
***************
Beberapa jam sebelum operasi pencangkokan dilakukan, aku menulis sebuah surat untuk semua orang yang aku sayangi. Entahlah, aku merasa akan meninggalkan mereka semua. Rasanya aku sudah lelah dengan hidupku sendiri. Sesudah selesai kutulis, surat itu kutitipkan pada bi lastri. Aku pun berangkat menuju rumah sakit, untuk segera menjalani operasi.
**************
Seminggu kemudian.....
" akhirnya kamu sembuh juga sayang. Mama khawatir banget sama kamu sejak kamu dioperasi, untung ada pendonor itu" ucap mamanya dengan penuh kasih sayang.
"Dan Happy Birthday Gwen.." ucap semua orang serentak.
"Makasih semuanya. Aku seneng banget. Oya, gea mana ya ma? Gak tau kenapa gwen kepikiran dia terus. Hari inikan ulang tahun kami" sahut gwen.
"Iya ya? Mana dia bi?" tanya ibunya pada bi lastri.
"Sebentar nyonya" jawab bi lastri dengan berlari menuju kamar gwen.
Dan beberapa menit kemudian sudah tiba dengan membawa sepucuk surat.
"Ini surat dari non gea sebelum pergi" Beritahu bi lastri.
Walau agak heran, ibunya membawa dengan agak keras..
DEAR FAMILY
untuk semua orang yang sangat gea sayang, mungkin saat kalian baca surat ini gea gak ada lagi di sini. Gea udh pergi ketempat yang sangat jauh. Oya, gimana kabar kabar kak gwen? Gak sakit lagi kan? Semoga ginjalku dapat membantu mu untuk meraih semua mimpi2mu yang belum terwujud.
Teruntuk PAPA yang SANGAT KURINDUKAN gimana pa? Rumah kita udah tenang belum? Gak ada yang gak sopan lagikan? Oh pasti gak ada donk ya? Ya iyalah, gea si pembuat onar inikan udah gak ada.
Teruntuk MAMA yang SANGAT-SANGAT AKU RINDUKAN. Ma, gea pasti akan sangat rindu dangan teddy bear pemberian mama lima tahun lalu. Ma, gea kangen banget pelukan mama. Gea selalu iri saat mama hanya mencium kak gwen disaat ia tidur. Gea iri melihat mama yang selalu menyemangati kak gwen disaat ia sedang sedih. Gea iri dengan semua perhatian yang mama berikan pada kak gio dan kak gwen. Gea SANGAT-SANGAT iri.
Teruntuk kak GIO dan kak GWEN gimana kak, gak ad lgi kan yang ganggu kalian belajar? Gak ada lagi kan yang nyetel music keras2 dikamar? Pasti rumah kita tenang ya, pastinya gak akan ada lagi yang akan membuat kalian malu karna punya saudara yang bodoh bukan? Oh, pastinya. Oya, SELAMAT ULANG TAHUN YA KAK, SELAMAT MENJALANI UMURMU yang KE-17 TAHUN. Yang mungkin tak akan pernah aku rasakan.
Kalian semua harus tau, betapa aku sangat menyayangi kalian. Mungkin dengan kepergianku, semuanya akan tenang dan rumah kita jadi tentram. Gea harap gak akan ada lagi yang di asingkan seperti gea yang selalu menangis setiap malam. Yang selalu merindukan hangatnya kekeluargaan. Semoga dengan gea pergi kalian akan mengenang gea seperti gea yang selalu mengenang kalian. Somoga kalian semua bahagia tampa gea.Amin
Salam Rindu Penuh Tangis Bahagia
GEA PUTRI WISMA.
Semua yang mendengar menangis . tiba2 telepon rumah berbunyi. Dan sesaat kemudian papanya menangis sesaat setelah mengangkat telepon.
Walau air mata tengah menangisinya yang telah pergi untuk selam-lamanya..
The and___
Tidak ada komentar:
Posting Komentar